Skip to main content

Komponen Login ASP.net 2.0

<asp:Login ID="Login1" runat="server"><asp:Login>
Komponen login ini secara default menggunakan SQL Server Express Edition dengan Instance sendiri. Namun kita dapat mengubahnya menggunakan database yang kita miliki baik melalui SQL Server 2000 maupun SQL Server 2005. (Sumber: http://weblogs.asp.net/scottgu/ - Judul: Configuring ASP.NET 2.0 Application Services to use SQL Server 2000 or SQL Server 2005). Langkah-langkahnya adalah :
1.       Buat database baru. Misal dengan nama “AppServiceDB.mdf”.
2.       Jalankan utility ASP.NET SQL Server Setup Wizard dengan menjalankan aspnet_regsql.exe melalui Command Prompt.
C:\Documents and Settings>cd c:\WINDOWS\Microsoft.NET\Framework\v2.0.50727
C:\WINDOWS\Microsoft.NET\Framework\v2.0.50727>aspnet_regsql.exe
   


3.       Ubah file web.config. Bisa melalui IIS Manager atau langsung ubah filenya.

Semula file web.config standarnya seperti dibawah ini
<connectionStrings />

File web.config yang telah diubah dengan nama provider yang sama “LocalSqlServer”, tanpa mengubah nama provider aslinya.
<connectionStrings>
<remove name="LocalSqlServer" />
<add name="LocalSqlServer" connectionString="data source=192.168.0.3\SQL2005;Initial Catalog=AppServiceDB;Integrated Security=false;Connection Timeout=1;user id=sa;password=keymaker" providerName="System.Data.SqlClient" />
<connectionStrings/>

Setelah itu untuk membuat proses login di ASP.NET 2.0, dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1.       Jalankan program aplikasi Visual Web Developer 2005 Express Edition / Visual Studio 2005.
2.       Buat sebuah halaman untuk proses login, lalu drag Login Control dari Toolbox ke area kerja Visual Studio 2005 dalam tampilan Design.
3.       Buka menu flayout Login Task dari Login Control lalu klik link Administer Website atau ikon ASP.NET Configuration pada jendela Solution Explorer untuk menjalankan aplikasi ASP.NET Web Application Configuration Tool.
4.       ASP.NET Web Application Configuration Tool (Gambar 5.3) berfungsi untuk mengatur keamanan, konfigurasi aplikasi dan konfigurasi penyimpanan data administrasi seperti data users, roles (access level) dan rules (permission).
Lalu pilih link menu Security.
5.    Pada gambar dibawah ini, terdapat tiga kolom pengaturan keamanan aplikasi. Kolom Users berfungsi untuk mengelola pengguna aplikasi. Kolom Roles berfungsi untuk mengelola access level dan menerapkannya di tiap user. Sedangkan kolom Access Rules berfungsi untuk mengelola permission pada aplikasi.
6.       Pada saat pertama kali, kita bisa menggunakan fasilitas Wizard. Namun pada kali ini, kita tidak akan menggunakan fasilitas tersebut. Klik link Select authentication type, karena untuk menggunakan fasilitas login kita harus mengubah cara user mengakses aplikasi, sehingga muncul gambar dibawah ini. Pilih radio button From the internet, lalu klik tombol Done.

7.       Selanjutnya, kita harus mengaktifkan roles (access level untuk operator) dengan cara klik link Enable roles.
8.       Klik link Create or Manage roles, untuk menambah atau mengelola access level operator/user.
 9.     Ketikkan nama role yang diinginkan, lalu klik tombol Add Role, seperti pada gambar dibawah ini. Setelah selesai menambahkan role klik tombol Back. Misalkan dalam aplikasi web yang dibuat ada empat role, yaitu Administrator (memiliki hak sebagai admin Sistem Informasi), Manager (memiliki hak untuk dapat mengelola aplikasi), Warehouse (memiliki hak untuk mengelola proses gudang), dan Production (memiliki hak untuk mengelola proses produksi).
10.   Pada gambar dibawah ini, jumlah role yang telah dimasukkan sebanyak empat. Lalu saatnya kita membuat user baru dan menerapkan role pada user tersebut. Klik link Create user untuk tambah user.
11.   Isi semua data pada form Create User beserta Roles, lalu klik tombol Create User. Untuk pengisian form, password harus merupakan kombinasi Alphanumeric (huruf, angka, simbol), contoh: user@123, dengan panjang minimal tujuh karakter. Sedangkan pengisian Roles, user diatur hanya memiliki satu role. Namun user yang diinginkan sebagai admin, sebaiknya memiliki semua role.
Pada aplikasi web ini terdapat empat user, yaitu:
a.       User rian memiliki hak akses admin untuk mengelola Sistem Informasi dengan password rian@321. User ini memiliki semua role yang ada.
b.      User wari memiliki hak akses untuk mengelola aplikasi dengan password wari@123. User ini memiliki role Manager.
c.       User gdg memiliki hak akses untuk mengelola proses gudang dengan password gdg@123. User ini memiliki role Warehouse.
d.      User pro memiliki memiliki hak untuk mengelola proses produksi dengan password pro@123. User ini memiliki role Production.
12.   Setelah pembuatan user baru berhasil, maka jika ingin menambah user baru lagi klik tombol Continue, jika selesai dan kembali ke tampilan Security klik tombol Back.

13.   Pada tampilan Security kolom user diketahui bahwa aplikasi web ini memiliki empat user. Jika ingin melihat daftar user, klik link Manage users lalu seperti.
14.   Proses untuk membuat login telah selesai. Data administrasi (user dan role) yang dibuat sebelumnya tersimpan dalam sebuah database.

Comments

Popular posts from this blog

karimun ganti alternator 70A

Tanggal 26 november 2011 kemarin terjadi sesuatu hal yang menguras kantong ajaib alias "dompet". gimana tidak, selama perjalanan ke mangga dua, AC mati. setelah benerin AC, malah Aki keok, untung ada bengkel. setelah ganti aki baru, indikator aki masih nyala di kabin driver. karena istri gak mau service atau beli alternator 2nd. akhirnya tanggal 4 desember 2011 kemarin kepasang deh alternator 70 A merk BOSCH pada acara Gathering Karimun Kaskus ke-3.




Systems Analysis and Design with UML (Part 1 Pendahuluan)

Systems Analysis and Design with UML merupakan salah satu buku karangan Alan Dennis, Barbara Haley Wixom dan David Tegarden. buku ini memberikan langkah-langkah bagaimana kita membuat sebuah sistem yang terencana, terukur dan bisa dipertanggungjawabkan.

Sebuah sistem memerlukan perencanaan yang matang untuk mengetahui berapa besar resource yang dibutuhkan, baik waktu, biaya, maupun SDMnya. perencanaan tersebut juga dibutuhkan untuk mengetahui seberapa besar sistem tersebut, complexitasnya, dan apa keinginan user, karena banyak sistem gagal dibuat karena seorang analis mencoba membuat sebuah sistem yang "wah" tanpa mengerti organisasinya, apakah sistem ini memang dibutuhkan oleh bisnis value organisasi tersebut atau tidak.

Hitung Jumlah Kolom di Tabel (SQL)

Hitung Jumlah Kolom di Tabel  / Count the number of columns in Table (SQL)
Biasanya kita malas hitung nih jumlah kolom yang ada pada suatu tabel, saking banyaknya value yang mau di capture. permasalahannya, gimana caranya ya??????
ya dengan hitung manual, yang pasti lebih ngreget waktu hitungnya kalo fieldnya lebih dr 50 kolom.ya pake query aja, kan lebih simple dan gak usah pake' kelupaan.


SELECT COUNT(*) FROM INFORMATION_SCHEMA.[COLUMNS] WHERE TABLE_NAME in ('[nama_tabel]') Database yang digunakan SQL Server.